Siapa yang
merawikannya akan diminta
Pertanggungjawabannya
di akhirat
Mohon
maaf saudaraku Kaum Muslimim di mana saja, Saya tidak dapat berbuat
banyak ketika Gerombolan Hasan Al Kalb Al Yalhas Al Jahannam Zumaro
Al Himar (Gerombolan Si Hasan Si Anjing Si Manjulu Lidah Al Jahannam
Zumaro Si Keledai) mengambil alih Masjid An Nabawi dan menjadi Imam
di sana serta menyebarkan Hadist-Hadist Palsu dari Kitab-kitab; Sahih
Bukhori, Sahih Riadhus Sholihin dsb di atas mimbar. Sebagai mana
diketahui Kitab Sahih Bukhori beranggapan bahwa Nabi pernah
mengatakan: “Sesungguhnya amal ibadadah tergantung niatnya, siapa
yang mencita-citakan dunia akan memperoleh dunia, siapa yang
mencita-citakan akhirat akan memperoleh akhirat”, padahal tidak
begitu saudaraku, seperti di dalam Qs. [Yunus:24], hal ini berbeda
sekali. Adapun Kitab Riadhus Sholihin mengatakan “kebaikan Muslimin
memberi makan atas orang yang tidak dikenalnya”, hal ini juga
sangat jauh berbeda dengan Do’a Perjanjian Saydina Nabi Musa dalam
Qs. [Al Qasas: 17]. Mereka Terorisme berkedok Islam celananya
gantung-gantung.
Saya
tidak menjamin jika saudara-saudara sampai di Masjidil Haram,
saudara-saudara sekalian di Pimpin oleh Imam bukan dari Golongan
Mereka. Golongan mereka ini mempunyai kekuasaan karena dibantu oleh
kingdom Saudi Arabia, adapun Kingdom Saudi Arabia ini walaupun
terlihat baik mereka mengotori Masjidil Haram dengan masuknya
Gambar-Gambar Patung-Patung Pahlawannya di uang-uang yang mereka
keluarkan, ini bertentangan dengan Hadist Saydina Nabi Ibrahim.
Mereka Terorisme berkedok Islam celananya gantung-gantung.
Golongan
mereka ini juga mempergunakan Polisi Kingdom Saudi Arabia di Muka
Masjidil Haram untuk menyebarkan berita bohong di buku-buku yang
dibagi-bagikan ke Jama’ah Haji tentang Saydina Nabi Muhammad
mengharamkan Nyanyian. Saya juga tidak bertanggung jawab atas
pembunuhan secara tidak langsung Artis-artis Penyanyi-penyanyi lagu
syair Cinta ini dengan mengharamkan nyanyian yang menginginkan lawan
jenis dan musiknya sehingga mereka tidak bisa mencari Nafkah.
Sebagaimana di Qs.[2:235] tidak ada larangan untuk menyebut kekasih
hati kita. Mereka Terorisme berkedok Islam celananya gantung-gantung.
Di
Luar juga terdapat Al Kazzab, mereka kumpulan Yahudi, mereka menulis
kitab Fadilah Amal dan Fadilah Sedekah sekitar halaman 154 kitab
Fadilah Sedekah ini mereka menghina Allah dengan mengatakan Allah
berkeluarga dengan jin. Mereka Terorisme berkedok Islam celannya
gantung-gantung.
Di
Indonesia, dilakukan pemurtadan terhadap Jamaah Haji oleh
penyelenggara Haji Negara ini dengan mengalungkan buku risalahnya ke
leher Jama’ah haji, di dalam buku itu mereka menghina Allah dengan
menyebutkan Allah mempunyai sohib, hal ini melanggar Qs. [6:101]
bukan itu saja mereka memasukkan kata Habibillah pada pelepasan
Jama’ah Haji, hal ini telah melanggar Qs. [2:256], jangan sampai
anda percaya terhadap penyelenggara ini, bisa-bisa anda nanti “salah
kampung” tidak sampai ke Makkah untuk berhaji namun ke semisalnya.
Mereka Terorisme berkedok Islam.
Jangan
sekali-kali anda menyentuh Masjidil Haram sebelum membenci perilaku
mereka ini.
Ganti Bahasa
Inggris, Translet Bahasa China, bilang sama semua orang.
ttd
Imam Masjidil
Haram